Zahra tidak tahu mengapa ia terbangun di permakaman, berulang kali. Yang ia tahu, seorang anak kecil menangisi nisan tanpa nama, lagi dan lagi. Zahra tidak tahu kapan ia akan bertemu dengan kekā¦
Sekumpulan emosi yang pada akhirnya meluap-luap dari inti bumi. Tentang mimpi buruk, duka dan luka yang kembali menyerang dalam barisan kata-kata.