Text
Kajian Seni Pertunjukkan Dalam Perspektif Komunikasi Seni
Peristiwa seni pertunjukan yang hadir di tengah-tengah masyarakat tidak sekedar dilihat atau ditonton dan kemudian dilupakan setelah pertunjukan itu selesai. Masyarakat Indonesia tidak semata-mata membuat seni pertunjukan tanpa tujuan dan maksud, atau tanpa pesan, makna, dan nilai-nilai yang mereka sampaikan. Artinya, para korektor seni menciptakan karya seni untuk "dikomunikasikan" kepada masyarakat atau publiknya. Di samping hal itu, penulis ingin menginformasikan bahwa suatu seni pertunjukan adalah sebuah "dunia kecil" yang merepresentasikan "dunia besar" kehidupan manusia.
| A0591 | 790.2 JAE k | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (700) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain