Text
Belajar Merawat Indonesia Untuk Kepemimpinan Alternatif
Sungguh bukan karena predikat sebagai kaum berpendidikan yang mengharuskan kita bergerak. Bukan pula lantaran gelora darah muda kita. Kawan, ada panggilan yang menghujam di hati yang tidak mungkin kita padamkan dengan ambisi menjadi mahasiswi berprestasi. Sebuah panggilan yang menyentuh nurani kita, yang terlanjur kita lupakan; memimpin. Karena hakikatnya kita adalah pemimpin, dengan atau tanpa kekuasaan di genggaman. Tapi, kawan, keniscayaan untuk menjadi pemimpin kadang bukan tanpa aral. Teramat banyak kakak-kakak kita yang dulu bersuara lantang, kini memilih bungkam di pusara jabatan. Kenyataan yang membuat pesimisme pun segera hadir, terlebih masyarakat masih gelap mata untuk menuding kita adalah para idealis karena belum di pentas kekuasaan.
| A0642 | 352.23 GRE b | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain