Text
Dialog Dengan Kekuasaan : Esai-Esai Tentang Agama, Negara, Dan Rakyat
Kekuasaaan senantiasa mengandung konotasi ada pihak yang berkuasa dan ada pihak yang dikuasai atau tak berdaya. Sumber kekuasaan bisa jadi berasal dari penguasaaan ilmu pengetahuan, informasi, uang, fisik, atau bisa bersumber dan ditunjang dengan sekadar atribut kekuasaan dan atau jabatan yang kemudian digunakan untuk mengaktualisasikan keserbaberdayaan. Bagaimanakah sikap orang-orang yang tidak berdaya bila berhadapan dengan keserberdayaan?
Buku Dialog dengan Kekuasaan ini menunjukkan bagaimana sikap kita atau sekurang-kurangnya sikap khalayak dimana penulis buku ini menempatkan diri dan berpihak tatkala berhadapan dengan keserberdayaan. Tatkala menghadapi situasi ketidakberdayaan berusahalah selalu membuka dialog dengan keserberdayaan. Inilah, tampaknya, budaya yang ingin ditegakkan oleh penulis melalui buku ini. Karena penulis buku ini percaya bahwa fitrah manusia pada dasarnya adalah baik dan hanif, dan peradaban mulia umat manusia hanya akan terbangun kalau dimulai dengan sikap berbaik sangka yang niscaya ada dalam dialog.
| A0955 | 814 SOE d | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2024-09-25) |
Tidak tersedia versi lain