PERPUSTAKAAN SEKOLAH CENDEKIA BAZNAS (SCB) KABUPATEN BOGOR

NPP: 3201161D2007760

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Guide
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Raden Dewi Sartika : Pendidik Bangsa Dari Pasudan

Text

Raden Dewi Sartika : Pendidik Bangsa Dari Pasudan

E. Rokajat Asura - Nama Orang;

Tak ada tanda-tanda istimewa saat Raden Ayu Rajapermas – istri Raden Rangga Somanagara seorang Patih Kadipaten Bandung melahirkan putri keduanya – Raden Dewi Sartika – selain kebahagiaan. Tetapi kemudian Dewi Sartika – sang aktivis dan pelopor pendidikan dari Pasundan – itu melewati waktu dengan kehebohan demi kehebohan. Pernah mengalami insiden patah tulang saat bermain yang menyebabkan ia menjadi kidal, menolak pinangan dua laki-laki bangsawan sebelum memilih seorang duda dari kalangan lebih rendah sebagai sikap menolak perjodohan dan poligami. Pada usia sepuluh tahun menghebohkan karena telah berhasil ‘menyulap’ anak-anak para pembantu di kepatihan bisa baca tulis dan mengucapkan beberapa patah kata bahasa Belanda. Kehebohan kemudian berlanjut ketika ia berhasil meluluhkan Bupati Bandung – R. Adipati Aria Martanegara yang tak lain adalah ‘musuh’ besar keluarganya sebagai buntut politik devide et impera Residen J.D. Harders – membantu meluluskan membangun sekolah istri.

Ketika Sekolah Istri yang didirikannya menuai kecurigaan Pemerintah Kolonial Belanda, Dewi Sartika berhasil meyakinkan Inspektur Pengajaran Hindia Belanda – C. De Hammer – berbalik haluan mendukung kiprah putri pemberontak itu. Dukungan juga muncul dari tokoh pergerakan nasional H.O.S Cokroaminoto. Hambatan terbesar justru datang dari keluarga yang menganggap tabu seorang anak perempuan mengenyam pendidikan. Persinggungan dengan sahabat suaminya – Sosrokartono dan Kardinah yang tak lain adalah kakak dan adik R.A. Kartini – membuktikan bagaimana gagasan untuk membuka kran pendidikan bagi perempuan yang selama ini dianggap tabu itu tidak hanya lokal Pasundan melainkan mendapat apresiasi secara nasional.

Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di media cetak saat itu, Raden Dewi Sartika menulis: “Alangkah sedihnya mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, karena orang yang demikian ibarat hidup di dalam kegelapan atau umpama orang buta yang berjalan di tengah hari. Maka jika jadi perempuan harus bisa segala-gala.” Gagasan itulah yang kemudian melahirkan Sekolah Kautamaan Istri dengan mengusung konsep cageur (sehat), bageur (baik) bener (benar), pinter (pintar), dan wanter (percaya diri). Dewi Sartika tak sekadar pencetus pendidikan kaum perempuan, tetapi seorang aktivis berintegritas yang mewakafkan kehidupannya untuk pendidikan. Tak heran bila menjelang wafatnya di pengungsian – Desa Cineam – hanya satu yang selalu dipikirkannya yaitu bagaimana kelangsungan sekolahnya, yang mengakibatkan penyakit gulanya kronis.


Ketersediaan
A1314813 ERO rPerpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
Raden Dewi Sartika
No. Panggil
813 ERO r
Penerbit
Bandung : Mizan Media Utama (MMU)., 2019
Deskripsi Fisik
xii + 424 halaman
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
972-602-7926-47-9
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama, Februari 2019
Subjek
Novel Sejarah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan SCB
Sekolah Cendekia Baznas

Layanan Online

Perpanjang Mandiri Bebas Pustaka Cek Peminjaman Cek Status Keanggotaan Subject Guide (Topic Corner) Cek Plagiarisme Tulisan

Tentang Kami

Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS adalah sumber belajar dan pusat literasi bagi seluruh sivitas Sekolah Cendekia BAZNAS. Koleksi yang tersedia meliputi buku bacaan yang tersedia baik fiksi maupun nonfiksi, buku referensi, koleksi audio-visual, serta koleksi digital. Perpustakaan SCB juga dilengkapi dengan ruang baca yang nyaman, area diskusi, komputer, internet, dan OPAC. Perpustakaan SCB hadir untuk mendukung pembelajaran, pengembangan minat baca, dan budaya literasu seluruh civitas sekolah. 
 
Kontak Perpustakaan: 0251 8591072

Jam Layanan

Senin - Kamis
07.30 - 16.30 WIB

Jum'at
07.30 - 16.30 WIB
Break 11.00 - 13.00 WIB

Sabtu - Minggu TUTUP


Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

Sekolah Cendekia Baznas

Powered by SCB
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik