Text
Dayon
DAYON adalah novel ke-20 sastrawan Indonesia bernama Akmal Nasery Basral yang salah satu karyanya adalah Sang Pencerah (2010) yang telah difilmkan.
Singkatan dari Uda Boyon, DAYON sangat unik karena mengusung tema yang jarang diangkat, yakni perjalanan hidup seorang anak di daerah terpencil di Sumatera Barat yang punya hobi nonton film nasional sampai akhirnya menjadi seorang sutradara berprestasi. Tokoh utama novel ini seorang anak laki-laki bertubuh subur bernama Jems Boyon yang lahir dari pasangan penggarap sawah di dusun Kapau tak jauh dari Bukittinggi.
Disajikan secara flashback, cerita diawali dengan aktivitas pengambilan gambar film “Asmara Tanah Musamus” di Merauke, Papua. Di bagian ini diperkenalkan pemeran utama wanita, Sabai Rangkayo Sunwoo, seorang model anggun blasteran Minang-Korea, pemeran utama pria, Levianus Kanum, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih yang asli Papua, dan juga beberapa awak film.
Pada waktu istirahat, ada kejutan besar. Sabai menyampaikan berita bahwa film karya Jems Boyon berjudul Ode to My Father terpilih sebagai salah satu official selection di Sundance Film Festival. Inilah titik tolak cerita selanjutnya karena atas permintaan Sabai, Dayon menceriterakan kisah di balik Ode to My Father, yang merupakan kisah hidupnya sendiri.
Cerita berlanjut dengan kelahiran Boyon yang prematur karena dalam kondisi hamil tua, maknya dibonceng abaknya melewati jalan berbatu-batu sepulang nonton bioskop di Bukittinggi.
Boyon tumbuh di nagari Kapau yang terkenal dengan nasi Kapaunya yang lezat dan alamnya yang masih asli dengan jalannya yang berbatu-batu, sawah, ladang jagung, tumbuhan semak belukar, berbagai pohon buah dan dikelilingi oleh beberapa perbukitan. Di hutan daerah situ terdapat berbagai binatang termasuk burung kuau raja (semacam merak) yang keindahannya memukau dengan panjang dua meter lebih.
Boyon kecil sangat menikmati kehidupannya sampai suatu hari dia mengikuti ajakan dua sahabat kecilnya, Iip dan Ina, kakak beradik keturunan Belanda, untuk pergi ke hutan melihat kuau raja dari dekat. Di sinilah konflik awal terjadi karena, dalam petualangan tersebut, Boyon tidak sadar bahwa dia sedang “pergi bermain” ke hutan bersama dengan dua makhluk halus.
Dia baru sadar setelah diketemukan tetangganya di hutan dan dibawa pulang ke rumah orang tuanya. Peristiwa ini menggemparkan kampung yang telah kehilangan Boyon beberapa lama. Sejak saat itu, di rumah Boyon semakin sering diadakan tadarus membaca kitab suci untuk mengusir makhluk halus dan dua “teman” Boyon tidak datang-datang lagi.
| A1324 | 813 AKM d | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain