Text
Dompet Ayah Sepatu Ibu
ada deras keringat ayah dan banjir tangis ibu dalam langkah kakimu hri ini.
dubia jahat dn kau kalah?
lihat telapak tanganmu.
ayah selalu menempa tangan itu agar tak menyerah.
ibu tak henti memapah tangan itu untuk berdoa.
bangkitlah untuk melangkah.
ini kisah tentang ayah dan ibu,
yang cintanya lahir bahkan sebelum kau lahir,
yang cintanya tumbuh bahkan sebelum kau bertumbuh.
ini kisah ayah dan ibu,
yang tangisnya mampu menyalakn api,
yang tangisnya mampu memadamkan api.
api paling panah menyala
saat ayah dan ibu menagis kecewa.
api paling panah padam
oleh tangis perjuangan ayah dan ibu.
maka, ingatlah selalu rumah.
| A2291 | 899.221 KHA d | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain